Kamis, 27 Juni 2013

Supernatural 4 Episode 21. When The Levee Breaks



Dean dan Bobby dengan terpaksa harus menyekap Sam didalam panic room karena ia tengah menhgalami sejenis kecanduan darah iblis. Bobby dan Dean berharap dengan cara itu bisa menyembuhkan Sam. Didalam Panic Room, Sam berteriak meminta untuk dikeluarkan. Dan merasa apa yang ia lakukan benar dan hanya sekedar untuk membunuh Lilith.
Di dalam Panic Room, Sam mulai berhalusinasi, ia melihat Alastair datang dan menyiksanya. Diluar, Bobby pun tak yakin berapa lama dia akan mengurung Sam disana, apakah ia akans embuh atau bahkan hal itu akan membuat Sam jadi terluka, Bobby semakin tak yakin. Namun Dean tetap pada penderiannya, ia tak ingin membiarkan adiknya menjadi monster pemakan darah iblis. Meskipun menurut sam untuk tujuan yang baik.
Sam pun berhalusinasi melihat dirinya ketika remaja, Sam ekcil menyalahkan Sam ebsar yang katanya hendak hidup dengan cara normal, namun ia malah menjadi orang paling aneh. Sam kecil terus menyalahkan Sam sehingga membuat Sam semakin tersiksa.
Bobby mendapatkan kabar dari rufus, dibeberapa tempat, tanda tanda kiamat dan pemecahan segel mulai terjadi dalam waktu yang bersamaan. Bobby berharap Cas ada disini dan dapat membantu mereka. Di dalam Panic Room, lagi lagi Sam berhalusinasi. Kini ibunya datang dan memberi dukungan penuh pada Sam, ibunya percaya kalau Sam melakukan hal yang benar dan ia jauh lebih kuat dari Dean. Hal itu membuat semangat baru pada Sam. Sedangkan Dean merasa putus asa, dan mencoba memanggil Cas, dan datanglah Cas. Namun sayangnya Cas tak bisa banyak membantu, ia hanya menurut kehendak dari atasannya. Namun mungkin ia bisa sedikit membantu kalau Dean bersedia menyerahkan seluruh keyakinannya pada ketentuan dan kehendak yang diatas. Demi adiknya, Dean yang apatis pun akhirnya berikhar untuk menjadi pelayan bagi Tuhannya dan menurut semua kehendak serrta perintahnya.
Sam kembali mengalami halusinasi, kini ia melihat bayangannya dicermn, wajahnya seperti mulai retak oleh pembuluh darah. Bobby dan Dean mendengar suarta aneh dari panic room, lalu mereka melihat dari celah kecil dan tubuh Sam seperti terlempar kesetiap dinding. Mereka mencoba menolong Sam dan mengikat tubuh sam diranjang. Ketika Sam terbangun, Dean masih ada diruang itu. Ia bertanya pad Sam mengapa melakukan semua itu meskipun ia tahu alasannya Sam. Dean kemudian mengatakan pada Sam kalau menghentikan kiamat itu adalah tugasnya, bukan tugas Sam, itu yang disebut oleh Malaikat.
Bobby mengingatkan Dean untuk berfikir ulang, karena menahan Sam dibawah sana sama artinya dengan membunuhnya, namun Dean lebih rela adiknya tewas dalam wujud manusia daripada jika ia harus memberikan darah iblis padanya. Di dalam Panic Room, ternyata percakapan Sam dengan Dean hanyalah halusinasi Sam saja. Dean tetap memojokan Sam dengan bebrapa pertanyaan, termasuk Sam hanya ingin merasa kuat dan hebat dan akhirnya meminum darah iblis itu.
Saat Sam mulai sadar akan halusinasinya, Dean menghilang dari ruang itu, namun rantai yang mengikatnya dengan ranjang terbuka dengan sendirinya, pintu panic room pun secara ajaib juga terbuka dengan sendirinya. Sam berhasil menyelinap keluar dari ruang itu, dan ternyata Cas lah yang membebaskan Sam dari ruang panic room kemudian mengunci lagi ruang itu dengan kekutan telekinetisnya.
Disebuah tempat, Cas berdiri sendiri seperti berfikir tentang apa yang telah ia lakukan, kemudian Anna datang dan meyayangkan perbuatan Cas membebaskan Sam, namun sepertinya Cas tak ad apilihan lain karena ia hanya menjalankan kehendak takdir. Cas berganti menyayangkan Anna karena datang, sebab malaikat lain pun kemudian membawa Anna kembali pulang.
Saat hendak kabur keluar, bobby memergoki Sam, ia menodongkan senapan pada Sam mencoba mencegah ia kabur, namun Sam berhasil merebut senapan itu dan memukulkannya ke Bobby, sam berhasil kabur membawa mobild ari bengkel Bobby. Dean dan Sam tak tahu siapa yang membebaskan Sam, mereka berfikir setan, bisa jadi Ruby. Dean berusaha mencari kemana Sam pergi.
Disebuah motel, Sam menyewa kamar yang mewah, hal itu ia lakukan untuk mengecoh pencarian Dean. Ruby akhirnya datang kekamar itu, Sam langsung mendapatkan darah segar Ruby untuk mengobati kehausannya. Dean kemudian menyururi dan mencari dimana sekiranya Sam bersembunyi, dimanapun dia, Dean yakin Sam sedang tak ingin ditemukan.
Ruby memberitahu kalau segel 66 semakin dekat. Segel itu tidak bisa dipecah oleh sembarang iblis, hanya karya perdana Lucifer yang mampu, jadi menurut Ruby, Lilith lah yang hanya mampu memecah segel terakhir Lucifer, maka jika Sam bisa membunuh Lilith sebelum waktunya tiba, mereka bisa mencegah Lucifer bangkit. Ruby yakin bisa mengetahui dimana lokasi Lilith berada, karena Ruby tengah membuntuti iblis pengiring Lilith.
Disebuah rumahsakit, seorang perawat nampak sangat menyukai bayi yang abru lahir, matanya langusng hitam dan merasa nikmat ketika melihat bayi bayi itu, sepertinya itulah “iblis koki” yang disebut Ruby.
Lewat bantuan Bobby, akhirnya Dean menemukan dimana Sam berada. Di kamar itu Ruby bersiap siaphendak pergi lalu Deand atang dan mereka terlibat perkelahian, sayangnya Sam masih terus melindungi Ruby dan menolongnya, justru Dean dan Sam terlibat perkelahian. Dean sudah berulang kali mengatakan siapa itu Ruby, namun Sam lebih percaya pada Ruby dan yakin ia akan membantu Sam membunuh Lilith.
Mereka sudah semakin dekat dengan iblis wanita itu. Sam mengajak Dean berburu bersama, namun selama harus bersama Ruby, Dean tidak mau. Sam bosan dengan kata-kata Dean, kini menurut sam giliran Sam mengambil keputusan. Dean akhirnya mengatakan kalau Sam yangs ekarang bukanlah Sam adiknya, ia seeprti Monster, hal itu yang membuat Sam marah dan menghajar Dean. Mereka pun berkelahi, Sam nyaris
mencekik leher Dean, namun akhirnya ia lepaskan. Dean mengatakan sedikit ancaman jika Sam keluar, artinya ia tak akan bisa kembali lagi dan Sam pun benar benar pergi, Dean sangat kecewa dan tak bisa berbuat apapun.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar