Dean dan Bobby dengan terpaksa harus
menyekap Sam didalam panic room karena ia tengah menhgalami sejenis kecanduan
darah iblis. Bobby dan Dean berharap dengan cara itu bisa menyembuhkan Sam.
Didalam Panic Room, Sam berteriak meminta untuk dikeluarkan. Dan merasa apa
yang ia lakukan benar dan hanya sekedar untuk membunuh Lilith.
Di dalam Panic Room, Sam mulai
berhalusinasi, ia melihat Alastair datang dan menyiksanya. Diluar, Bobby pun
tak yakin berapa lama dia akan mengurung Sam disana, apakah ia akans embuh atau
bahkan hal itu akan membuat Sam jadi terluka, Bobby semakin tak yakin. Namun
Dean tetap pada penderiannya, ia tak ingin membiarkan adiknya menjadi monster
pemakan darah iblis. Meskipun menurut sam untuk tujuan yang baik.
Sam pun berhalusinasi melihat
dirinya ketika remaja, Sam ekcil menyalahkan Sam ebsar yang katanya hendak
hidup dengan cara normal, namun ia malah menjadi orang paling aneh. Sam kecil
terus menyalahkan Sam sehingga membuat Sam semakin tersiksa.
Bobby mendapatkan kabar dari
rufus, dibeberapa tempat, tanda tanda kiamat dan pemecahan segel mulai terjadi
dalam waktu yang bersamaan. Bobby berharap Cas ada disini dan dapat membantu
mereka. Di dalam Panic Room, lagi lagi Sam berhalusinasi. Kini ibunya datang
dan memberi dukungan penuh pada Sam, ibunya percaya kalau Sam melakukan hal
yang benar dan ia jauh lebih kuat dari Dean. Hal itu membuat semangat baru pada
Sam. Sedangkan Dean merasa putus asa, dan mencoba memanggil Cas, dan datanglah
Cas. Namun sayangnya Cas tak bisa banyak membantu, ia hanya menurut kehendak
dari atasannya. Namun mungkin ia bisa sedikit membantu kalau Dean bersedia
menyerahkan seluruh keyakinannya pada ketentuan dan kehendak yang diatas. Demi
adiknya, Dean yang apatis pun akhirnya berikhar untuk menjadi pelayan bagi
Tuhannya dan menurut semua kehendak serrta perintahnya.
Sam kembali mengalami
halusinasi, kini ia melihat bayangannya dicermn, wajahnya seperti mulai retak
oleh pembuluh darah. Bobby dan Dean mendengar suarta aneh dari panic room, lalu
mereka melihat dari celah kecil dan tubuh Sam seperti terlempar kesetiap
dinding. Mereka mencoba menolong Sam dan mengikat tubuh sam diranjang. Ketika
Sam terbangun, Dean masih ada diruang itu. Ia bertanya pad Sam mengapa
melakukan semua itu meskipun ia tahu alasannya Sam. Dean kemudian mengatakan
pada Sam kalau menghentikan kiamat itu adalah tugasnya, bukan tugas Sam, itu
yang disebut oleh Malaikat.
Bobby mengingatkan Dean untuk
berfikir ulang, karena menahan Sam dibawah sana sama artinya dengan
membunuhnya, namun Dean lebih rela adiknya tewas dalam wujud manusia daripada
jika ia harus memberikan darah iblis padanya. Di dalam Panic Room, ternyata
percakapan Sam dengan Dean hanyalah halusinasi Sam saja. Dean tetap memojokan
Sam dengan bebrapa pertanyaan, termasuk Sam hanya ingin merasa kuat dan hebat
dan akhirnya meminum darah iblis itu.
Saat Sam mulai sadar akan
halusinasinya, Dean menghilang dari ruang itu, namun rantai yang mengikatnya
dengan ranjang terbuka dengan sendirinya, pintu panic room pun secara ajaib
juga terbuka dengan sendirinya. Sam berhasil menyelinap keluar dari ruang itu,
dan ternyata Cas lah yang membebaskan Sam dari ruang panic room kemudian
mengunci lagi ruang itu dengan kekutan telekinetisnya.
Disebuah tempat, Cas berdiri
sendiri seperti berfikir tentang apa yang telah ia lakukan, kemudian Anna
datang dan meyayangkan perbuatan Cas membebaskan Sam, namun sepertinya Cas tak
ad apilihan lain karena ia hanya menjalankan kehendak takdir. Cas berganti
menyayangkan Anna karena datang, sebab malaikat lain pun kemudian membawa Anna
kembali pulang.
Saat hendak kabur keluar, bobby
memergoki Sam, ia menodongkan senapan pada Sam mencoba mencegah ia kabur, namun
Sam berhasil merebut senapan itu dan memukulkannya ke Bobby, sam berhasil kabur
membawa mobild ari bengkel Bobby. Dean dan Sam tak tahu siapa yang membebaskan
Sam, mereka berfikir setan, bisa jadi Ruby. Dean berusaha mencari kemana Sam
pergi.
Disebuah motel, Sam menyewa
kamar yang mewah, hal itu ia lakukan untuk mengecoh pencarian Dean. Ruby
akhirnya datang kekamar itu, Sam langsung mendapatkan darah segar Ruby untuk
mengobati kehausannya. Dean kemudian menyururi dan mencari dimana sekiranya Sam
bersembunyi, dimanapun dia, Dean yakin Sam sedang tak ingin ditemukan.
Ruby memberitahu kalau segel 66
semakin dekat. Segel itu tidak bisa dipecah oleh sembarang iblis, hanya karya
perdana Lucifer yang mampu, jadi menurut Ruby, Lilith lah yang hanya mampu
memecah segel terakhir Lucifer, maka jika Sam bisa membunuh Lilith sebelum
waktunya tiba, mereka bisa mencegah Lucifer bangkit. Ruby yakin bisa mengetahui
dimana lokasi Lilith berada, karena Ruby tengah membuntuti iblis pengiring
Lilith.
Disebuah rumahsakit, seorang
perawat nampak sangat menyukai bayi yang abru lahir, matanya langusng hitam dan
merasa nikmat ketika melihat bayi bayi itu, sepertinya itulah “iblis koki” yang
disebut Ruby.
Lewat bantuan Bobby, akhirnya Dean
menemukan dimana Sam berada. Di kamar itu Ruby bersiap siaphendak pergi lalu
Deand atang dan mereka terlibat perkelahian, sayangnya Sam masih terus
melindungi Ruby dan menolongnya, justru Dean dan Sam terlibat perkelahian. Dean
sudah berulang kali mengatakan siapa itu Ruby, namun Sam lebih percaya pada
Ruby dan yakin ia akan membantu Sam membunuh Lilith.
Mereka sudah semakin dekat
dengan iblis wanita itu. Sam mengajak Dean berburu bersama, namun selama harus
bersama Ruby, Dean tidak mau. Sam bosan dengan kata-kata Dean, kini menurut sam
giliran Sam mengambil keputusan. Dean akhirnya mengatakan kalau Sam yangs
ekarang bukanlah Sam adiknya, ia seeprti Monster, hal itu yang membuat Sam marah dan menghajar Dean. Mereka pun berkelahi, Sam nyaris mencekik leher Dean, namun akhirnya ia lepaskan. Dean mengatakan sedikit ancaman jika Sam keluar, artinya ia tak akan bisa kembali lagi dan Sam pun benar benar pergi, Dean sangat kecewa dan tak bisa berbuat apapun.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar