Rabu, 22 Mei 2013

Supernatural 3 Episode 12. Just in Bello



Dean dan Sam menggeledah sebuah kamar motel yang ia duga itu bekas kamar Bella, tapi Sam tak menemukan tanda apapun sampai Dean menemukan 2 potong rambut palsu, yang pasti itu milik Bella. Tak berapa lama, telepn berbunyi, dan Dean mengangkatnya, dari seberang langsung memanggil nama Dean dan sudah bisa dipastikan itu suara dari Bella. Dean sangat emosi, namun Bella amsih saja santai dan menyebalkan, Bella hanya memberitahukan apda Dean kalau ia sduah menghungi polisi. Belum selesai Bella telepon, pintu kamar sudah di buka, dan beberapa polisi telah masuk, mereka siap menangkap Dean dan Sam, siap dengan borgol dan todongan senjata. Tak lain kepala polisi yang atang adalah si Henriksen. Akhirnya Dean dan Sam dibawa kesel disebuah kantor polisi. Dean tangan diborgol dan kedua kaki di rantai, mereka tak bisa banyak bergerak.
Henriksen pun telah menyiapkan dan memanggil beberapa polisi untuk membawa mereka ke tahanan, Helikopter sedang disiapkan untuk menjemput mereka. Saat petugas dari tahanan datang melihat Dean dan Sam, petugas itu justru menodongkan pistol pada mereka, lalu menembak lengan Dean. Sam menarik krah polisi itu dan membacakan mantra pengusir roh. Awalnya ia tenang-tenang saja, namun lama-lama iblis itu tidak kuat dan keluar dari tubuh si polisi. Sam sempat merebut pistolnya.Saat keributan terjadi, membuat semua petugas masuk termasuk Henriksen.Sam mencoba menjelaskan semua, dan menyruh mereka melakukan pengecekan pada kepala polisi itu apakah terluka atau tidak.
Diluar, seluruh petugas telah dibunuh secara mengeanskan, dan beberapa saat kemudian helikopterpun meledak. Henriksen mendatangi Dean dan Sam dan menuduh teman-teman mereka yang melakukan itu, tapi Dean tetap saja tak mau dituduh seperti itu, mereka mencoba menjealskan tentang demons, tapi tetap saja Henriksen tak eprcaya. Sesaat kemudian listik kantor jadi padam, dan semua orang kalut. Seorang admin wanita terlihat mengintip Dean dan Sam, Sam meminta wanita itu membawakn handuk karena kakaknya terluka, akhirnya wanita itu memberikannya dengan agak ketakutan, Sam mencoba meyakinkan kalau ia tidak akan melukainya, tapi saat wanita itu mendekat, Sam menarik dan mencekram tangannya sehingga wanita itu berteriak dan membuat petugas datang. Setelah Sam meleapskan tangannya, si admin pun kabur, Dean sempat hampir marah dengan kebodohan yang dilakukan Sam, tapi Sam melakukan itu untuk merebut salib yang digenggam si wanita itu tadi.
Dean dan Sam berdiskusi didalam sel, mereka tak tahu harus berbuat apalagi dan taka da rencana untuk bisa keluar dari tempat ini dengan selamat. Kemudian seorang petugas datang membukakan pintu sel hendak menhgeluarkan mereka, tapi Henriksen masuk, dan membentak si petugas, si petugas membalasnya, lalu Henriksen menembaknya. Dean dan Sam mencoba menghalau, lalu Sam mendekap tubuh Henriksen, memasukkan kepalanya kedalam kloset yang sduah ia beri kalung salib tadi hingga menajdi air suci, Iblis yang merasuki hHenriksen kesakitan lalu keluar, saat ia sadar, Henriksen hanya ingat ia habis menembak seorang polisi, ia bahkan nyaris tak percaya dirinya baru saja dirasuki, karena selama ini ia memang tak eprnah percaya dengan cerita iblis oleh Winchesters, akhirnya setelah mengalami sendiri, ia melepaskan borgol dan rantai Dean dan Sam. 
Akhirnya mereka mencoba untuk bertahan dari iblis yang menyerang itu.
Dean dan Sam meminta semua pintu dan jendela disegel dengan garam, lalu Sam emnggambar devil trap dibeberpa tempat. Dean mengambil shotgun dan jimat untuk mencegah emreka dari kesurupan. Masing-masing orang mendapat 1 kalung, sedangkan Sam dan Dean, dada mereka sudah tertato dengan symbol devil trap itu sehingga sudah pasti tercegah dari kesurupan. Tak berapa lama iblis itu datang dalam wujud asap hitam, mereka mencoba menerobos, tapi tak bisa. Akhirnya mereka pergi.Namun beberapa saat kemudian mereka datang dengan memakai tubuh manusia.Mereka mencoba untuk masuk tapi tak bisa.
Tak berapa lama, ada dari ruang sebelah, polisi menodongkan pistol pada seseoang yang menyelinap lewat kaca ventilasi, Sam dan Dean atang melihat, ternyata itu Ruby yang berusaha masuk tapi terjebak di symbol devil trap. Sam kemudian membawa ia kedalam kantor. Ruby berusaha memberitahu kalau iblis yang datang ini adalh iblis yang sangat kuat, Ruby membutuhkan Colt untuk membunuh iblis ini, dan iblis ini adalah seorang gadis kecil. Ruby baru tahu kalau Colt sudah tidak ada alias dicuri, Ruby cukup kecewa karena ia berharap dengan bisa menyelinap masuk dan berhadapan dengan iblis lain diluar yaitu bisa membunuh iblis jahat bernama Lilith ini, tapi sayangnya semua itu sia sia. Ruby memilki renca untuk mengorbankan seseorang dengan darah virgin, tapi dari semua orang disitu hanya si wanita admin yan masih virgin, si wanita awalanya mau berkoran asalkan orang-orang termasuk temannya yang ada diluar sana selamat, namun Dean tak menginginkan itu terjadi, ia tak ingin ada manusia tak berdosa yang menjadi korban, akhrinya mereka menjalankan rencana Dean dan Sam untuk mengepung iblis itu.
Ruby akhirnya pergi dari kantor itu, Dean dan sam menjalankan rencana mereka. Mereka embuka jalan agars eluruh iblis masuk ke dalam kantor, didalam Dean, Sam  dan Henriksen siap untuk membantai iblis-iblis itu, Sedangkan diluar petugas polisi dan admin siap menutup pintu dan menyegel garam dari luar. Iblis dalam tubuh manusia itu mulai menyerang, namun mereka sudah siap dengan rekaman mantra penusir iblis, dan disambungkan dengan pengeras suara. Seluruh iblis ketakutan tapi tak bisa keluar, akhirnya mereka keluar dari tubuh inang, berputar-putar dalam atap kantor dalam wujud asap hitam, lalu terbakar.
Setelah melewati semua kejadian dimalam itu, akhirnya Henriksen melepaskan Dean dan Sam. Ia membuat data kematian palsu untuk dean dan Sam sehingga tidak aka nada polisi yang mengincar mereka lagi. Saat
Dean dan Sam sudah kembali ke motel, seorang wanita berama anak kecil datang kekantor polisi itu, mereka mencari dua orang (Dean dan Sam), si penerima tamu adalah wanita Admin, ia bertanya nama anak kecil itu, lalu ia menjawab Lilith, seketika ia dan Henriksen terkejut. Di motel, Ruby mendadak datang dan meminta Dean serta Sam menyalakan televisi, saat itu muncul berita tentang penyerangan disebuah kantor polisi yang menewaskan admin, petugas polisi, dan Henriksen. Ruby sangat maarah karena rencana mereka tetap saja membuat orang lain tewas, lain waktu mereka harus menjalankan sesuatu sesuai dengan rencana Ruby.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar