Dean dan Sam menggeledah sebuah kamar motel yang ia duga itu bekas
kamar Bella, tapi Sam tak menemukan tanda apapun sampai Dean menemukan 2 potong
rambut palsu, yang pasti itu milik Bella. Tak berapa lama, telepn berbunyi, dan
Dean mengangkatnya, dari seberang langsung memanggil nama Dean dan sudah bisa
dipastikan itu suara dari Bella. Dean sangat emosi, namun Bella amsih saja
santai dan menyebalkan, Bella hanya memberitahukan apda Dean kalau ia sduah
menghungi polisi. Belum selesai Bella telepon, pintu kamar sudah di buka, dan
beberapa polisi telah masuk, mereka siap menangkap Dean dan Sam, siap dengan
borgol dan todongan senjata. Tak lain kepala polisi yang atang adalah si
Henriksen. Akhirnya Dean dan Sam dibawa kesel disebuah kantor polisi. Dean
tangan diborgol dan kedua kaki di rantai, mereka tak bisa banyak bergerak.
Henriksen pun telah menyiapkan dan memanggil beberapa polisi untuk
membawa mereka ke tahanan, Helikopter sedang disiapkan untuk menjemput mereka.
Saat petugas dari tahanan datang melihat Dean dan Sam, petugas itu justru
menodongkan pistol pada mereka, lalu menembak lengan Dean. Sam menarik krah
polisi itu dan membacakan mantra pengusir roh. Awalnya ia tenang-tenang saja,
namun lama-lama iblis itu tidak kuat dan keluar dari tubuh si polisi. Sam
sempat merebut pistolnya.Saat keributan terjadi, membuat semua petugas masuk
termasuk Henriksen.Sam mencoba menjelaskan semua, dan menyruh mereka melakukan
pengecekan pada kepala polisi itu apakah terluka atau tidak.
Diluar, seluruh petugas telah dibunuh secara mengeanskan, dan beberapa
saat kemudian helikopterpun meledak. Henriksen mendatangi Dean dan Sam dan
menuduh teman-teman mereka yang melakukan itu, tapi Dean tetap saja tak mau
dituduh seperti itu, mereka mencoba menjealskan tentang demons, tapi tetap saja
Henriksen tak eprcaya. Sesaat kemudian listik kantor jadi padam, dan semua
orang kalut. Seorang admin wanita terlihat mengintip Dean dan Sam, Sam meminta
wanita itu membawakn handuk karena kakaknya terluka, akhirnya wanita itu
memberikannya dengan agak ketakutan, Sam mencoba meyakinkan kalau ia tidak akan
melukainya, tapi saat wanita itu mendekat, Sam menarik dan mencekram tangannya
sehingga wanita itu berteriak dan membuat petugas datang. Setelah Sam
meleapskan tangannya, si admin pun kabur, Dean sempat hampir marah dengan
kebodohan yang dilakukan Sam, tapi Sam melakukan itu untuk merebut salib yang
digenggam si wanita itu tadi.
Dean dan Sam berdiskusi didalam sel, mereka tak tahu harus berbuat
apalagi dan taka da rencana untuk bisa keluar dari tempat ini dengan selamat.
Kemudian seorang petugas datang membukakan pintu sel hendak menhgeluarkan
mereka, tapi Henriksen masuk, dan membentak si petugas, si petugas membalasnya,
lalu Henriksen menembaknya. Dean dan Sam mencoba menghalau, lalu Sam mendekap
tubuh Henriksen, memasukkan kepalanya kedalam kloset yang sduah ia beri kalung
salib tadi hingga menajdi air suci, Iblis yang merasuki hHenriksen kesakitan
lalu keluar, saat ia sadar, Henriksen hanya ingat ia habis menembak seorang
polisi, ia bahkan nyaris tak percaya dirinya baru saja dirasuki, karena selama
ini ia memang tak eprnah percaya dengan cerita iblis oleh Winchesters, akhirnya
setelah mengalami sendiri, ia melepaskan borgol dan rantai Dean dan Sam.
Akhirnya mereka mencoba untuk bertahan dari iblis yang menyerang itu.
Dean dan Sam meminta semua pintu dan jendela disegel dengan garam,
lalu Sam emnggambar devil trap dibeberpa tempat. Dean mengambil shotgun dan
jimat untuk mencegah emreka dari kesurupan. Masing-masing orang mendapat 1
kalung, sedangkan Sam dan Dean, dada mereka sudah tertato dengan symbol devil
trap itu sehingga sudah pasti tercegah dari kesurupan. Tak berapa lama iblis
itu datang dalam wujud asap hitam, mereka mencoba menerobos, tapi tak bisa.
Akhirnya mereka pergi.Namun beberapa saat kemudian mereka datang dengan memakai
tubuh manusia.Mereka mencoba untuk masuk tapi tak bisa.
Tak berapa lama, ada dari ruang sebelah, polisi menodongkan pistol
pada seseoang yang menyelinap lewat kaca ventilasi, Sam dan Dean atang melihat,
ternyata itu Ruby yang berusaha masuk tapi terjebak di symbol devil trap. Sam
kemudian membawa ia kedalam kantor. Ruby berusaha memberitahu kalau iblis yang
datang ini adalh iblis yang sangat kuat, Ruby membutuhkan Colt untuk membunuh
iblis ini, dan iblis ini adalah seorang gadis kecil. Ruby baru tahu kalau Colt
sudah tidak ada alias dicuri, Ruby cukup kecewa karena ia berharap dengan bisa
menyelinap masuk dan berhadapan dengan iblis lain diluar yaitu bisa membunuh
iblis jahat bernama Lilith ini, tapi sayangnya semua itu sia sia. Ruby memilki
renca untuk mengorbankan seseorang dengan darah virgin, tapi dari semua orang
disitu hanya si wanita admin yan masih virgin, si wanita awalanya mau berkoran
asalkan orang-orang termasuk temannya yang ada diluar sana selamat, namun Dean
tak menginginkan itu terjadi, ia tak ingin ada manusia tak berdosa yang menjadi
korban, akhrinya mereka menjalankan rencana Dean dan Sam untuk mengepung iblis
itu.
Ruby akhirnya pergi dari kantor itu, Dean dan sam menjalankan rencana
mereka. Mereka embuka jalan agars eluruh iblis masuk ke dalam kantor, didalam
Dean, Sam dan Henriksen siap untuk
membantai iblis-iblis itu, Sedangkan diluar petugas polisi dan admin siap
menutup pintu dan menyegel garam dari luar. Iblis dalam tubuh manusia itu mulai
menyerang, namun mereka sudah siap dengan rekaman mantra penusir iblis, dan
disambungkan dengan pengeras suara. Seluruh iblis ketakutan tapi tak bisa
keluar, akhirnya mereka keluar dari tubuh inang, berputar-putar dalam atap
kantor dalam wujud asap hitam, lalu terbakar.
Setelah melewati semua kejadian dimalam itu, akhirnya Henriksen
melepaskan Dean dan Sam. Ia membuat data kematian palsu untuk dean dan Sam
sehingga tidak aka nada polisi yang mengincar mereka lagi. Saat
Dean dan Sam
sudah kembali ke motel, seorang wanita berama anak kecil datang kekantor polisi
itu, mereka mencari dua orang (Dean dan Sam), si penerima tamu adalah wanita
Admin, ia bertanya nama anak kecil itu, lalu ia menjawab Lilith, seketika ia
dan Henriksen terkejut. Di motel, Ruby mendadak datang dan meminta Dean serta
Sam menyalakan televisi, saat itu muncul berita tentang penyerangan disebuah
kantor polisi yang menewaskan admin, petugas polisi, dan Henriksen. Ruby sangat
maarah karena rencana mereka tetap saja membuat orang lain tewas, lain waktu
mereka harus menjalankan sesuatu sesuai dengan rencana Ruby.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar